Anggota DPRD F PDIP Labusel Ditetapkan Tersangka

 Anggota DPRD F PDIP Labusel Ditetapkan Tersangka

Garis62.com, Labusel – Polisi menetapkan anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) Imam Firmadi menjadi tersangka. Imam ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penganiayaan salah satu warga bernama Muhammad Jefry Yono.

“Sudah kita tetapkan menjadi tersangka” kata Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP Murniati saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/8/2020).

Imam Firmadi, oknum anggota DPRD Labusel yang diduga menjadi pelaku atas kasus penganiayaan terhadap seorang sopir terancam 7 tahun penjara. Ia disangkakan telah melanggar Pasal 353 KUHP ayat 2 dan Pasal 170 KUHP.

Dia tak menjelaskan detail apakah tiga orang lainnya yang diduga melakukan penganiayaan juga ditetapkan menjadi tersangka. Murniati menyebut Imam diduga menjadi pelaku utama.

“Kita tunggu saja prosesnya. Yang jelas kan dia pelaku utamanya,” ucapnya.

Sebelumnya, Imam diperiksa polisi terkait dugaan penganiayaan terhadap Jefry. Saat diperiksa, Imam masih berstatus sebagai saksi.

Dikutip dari Antara, Imam diperiksa polisi pada Kamis (30/7). Seusai pemeriksaan, Imam terlihat meninggalkan Polres Labuhanbatu.

Polisi mengatakan pemeriksaan itu dilakukan terkait proses penyidikan atas laporan dugaan penganiayaan. Imam bersama tiga rekannya berstatus saksi saat menjalani pemeriksaan.

“Keempatnya diperiksa sebagai saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit.

Pengacara Imam, Prismadani, membantah kliennya melakukan dugaan penganiayaan. Dia mengatakan hal yang dilaporkan Jefry tidak benar.

“Semua itu tidak benar,” ucapnya.

Jefry diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan Imam dan tiga rekannya. Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (28/6).

Penganiayaan diduga terkait masalah peminjaman motor. Jefry menyebut puncak penyiksaan yang dialaminya adalah saat terduga pelaku mencabut kuku jari kelingking kaki kirinya.

Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Labuhan Batu Selatan H. Zainal saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan belum menerima secara resmi surat penetapan tersangka kepada anggota fraksinya itu. Dan menurutnya upaya perdamaian telah dilakukan antara korban dengan tersangka.

“Sampai saat ini kita belum terima surat penetapan tersangkanya, kita tetap hormati peroses hukum yang berjalan, dan kalau saya gak salah sudah ada upaya perdamaian antara korban dan pelaku,” ujarnya. (Red)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *