Batu Bara Heboh Soal Pemakaman Jenazah Berpakaian ‘Astronot’

 Batu Bara Heboh Soal Pemakaman Jenazah Berpakaian ‘Astronot’

Batu Bara, Garis62.com – Masyarakat Kabupaten Batu Bara di hebohkan dengan pemakaman jenazah lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) tepatnya di Dusun VI, Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih. Sabtu (11/4/2020).

Pemakaman jenazah dengan mengikuti protokol Covid-19 itu menuai kritik masyarakat, sebelum meninggal jenazah sempat masuk Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi dengan keluhan sesak nafas lengkap dengan hasil poto Peneumoni namun belum di lakukan rapid test dan swab yang biasa digunakan untuk mengetahui pasien positif atau negatif Covid-19.

Setelah ditelusuri bahwa jenazah tersebut sempat mengidap penyakit gagal ginjal dan jantung, sebelum meninggal dunia dokter menyarankan agar pasien untuk cuci darah namun pasien tidak melakukannya.

Hal tersebut membuat masyarakat Kecamatan Air Puith bertanya-tanya dengan proses pemakaman yang menggunakan protokol Covid-19 itu. M Rizal mengatakan kepada tim G62 bahwa dengan proses pemakaman tersebut akan menimbulkan kepanikan dan ketakutan warga, “kenapa harus standart corona pemakamannya, kan kita tahu kalo jenazah itu emang punya penyakit ginjal, apa sudah di tes? kan belum, jadi kenapa harus berlebihan”, ujar Rizal.

Tim G62 sempat mempertanyakan persoalan ini via telepon dan whatsapp kepada Gugus Tugas Covid-19 Batu Bara. drg Wahid Khusyairi yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan merangkap sebagai koordinator aksi Gugas CoV-19 Batu Bara membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, pemakaman dilakukan sesuai protokol CoV-19 karena status jenazah itu PDP dan kita tidak mau membahayakan masyarakat sekitar, kenapa status jenazah itu PDP, kan medis yang tahu, cemana interpretasi daripada istilah-istilah itu kenapa di PDP kan, kenapa PDP tidak di positifkan itu kan kami yang faham, makanya pemakaman itu harus sesuai protokol CoV-19”, sebut Wahid Khusyairi.

Menurut keterangan warga sekitar Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara turut andil dalam pemilihan lokasi makam dan model pemakaman jenazah PDP tersebut, ketika tim G62 mengonfirmasi Kepala Dinas Sosial Ishak Liza, tim tidak mendapatkan jawaban, ketika di telepon Kadinsos tersebut tidak mengangkat dan tim mencoba untuk mengirim pesan via whatsapp namun beliau hanya membacanya saja. (Red)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *