Demo di KPUD Simalungun, SALING : Coret Nama Anton Achmad Saragih

 Demo di KPUD Simalungun, SALING : Coret Nama Anton Achmad Saragih

Simalungun (Garis62.com) – Menjelang penetapan calon Bupati Simalungun 23 September mendatang, organisasi Sahabat Lingkungan (SALING) menggelar aksi unjuk rasa di Komisi Pemilihan Umun Daerah (KPUD), Polres dan Bawaslu Kabupaten Simalungun, Senin (21/9/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut menyuarakan aspirasi terkait adanya bakal calon Bupati Simalungun yang diduga menggunakan dokumen palsu dalam penyertaan persyaratan administrasi.

Dari empat Bapaslon Bupati Simalungun, SALING menyoroti Dr H Anton Achmad Saragih saudara dari Bupati Simalungun yaitu Dr Jopinus Ramli Saragih.

Dalam aksi unjuk rasa yang berada di KPU, SALING mendesak agar Dr H Anton Achmad Saragih dicoret dan menolak untuk ditetapkan sebagai calon Bupati Simalungun pada 23 September mendatang.

SALING menyebutkan bahwa berkas – berkas administrasi Anton Saragih telah ditemukan adanya kejanggalan.

“Kita menilai adanya kejanggalan dalam penyertaan berkas pada proses verifikasi di KPU. Sehingga hal ini harus kita sampaikan kepada KPU untuk lebih teliti melakukan pemeriksaan berkas. Yang menjadi salah satu contoh yaitu nama di Ijazah yang berbeda-beda,” ungkap Dedi Damanik saat dikonfirmasi di lokasi unjuk rasa.

Untuk surat tanda tamat belajar tingkat SMA N 15 Jakarta, Dr H Anton Achmad Saragih diketahui dengan atas nama Antonoius Saragih dan anak dari Tuahman Damanik. Cukup berbeda dengan Ijazah Magister (S2), pada keterangan Ijazah tersebut Dr H Anton Achmad Saragih diketahui memiliki nama lain yakni Anton Saragih.

Dedi mengungkapkan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat diterima secara logika administrasi dari surat keterangan Ijazah tersebut.

“Biasanya, ketika Orang Tua (Ayah) bermarga Damanik, secara otomatis anaknya juga bermarga Damanik. Ini kok beda? Sebutan Saragih atapun Damanik adalah suatu identitas yang secara turun temurun diwariskan kepada si anak,” tambahnya lagi.

Koordinator aksi, Agustian Tarigan menyinggung terkait putusan Pengadilan Negeri Simalungun per tanggal 27 Agustus 2020 yang dimana menyebutkan bahwa seluruh nama yang berbeda-beda di Ijazah adalah sah dengan nama yang digunakan saat ini yaitu Dr H Anton Achmad Saragih.

“Sesuai surat keterangan dari Ijazah, ada tiga nama yang berbeda. Namun, oleh putusan Pengadilan Negeri Simalungun tahun 2020 dari ketiganya tersebut adalah sah untuk nama yang digunakannya saat ini yaitu Dr H Anton Achmad Saragih (dibuktikan dari surat keterangan Ijazah S3). Sedangkan pada tahun 2005, yang bersangkutan sudah memakai ataupun menggunakan nama tersebut dengan menggunakan nama Anton Achmad Saragih. Lalu, apa dasar lembaga pendidikan tinggi Universitas Negeri Jakarta menggunakan nama Anton Achmad Saragih?,” ujarnya.

Dilanjutnya, masih pada putusan tersebut, bahwa keterangan dari akta kelahiran sudah menggunakan nama Dr H Anton Achmad Saragih. Sehingga SALING menilai bahwa adanya kekeliruan atas akta kelahiran tersebut.

“Pada putusan tersebut, keterangan akta kelahiran sudah menggunakan nama Dr H Anton Achmad Saragih. Kemudian, atas akta kelahiran itu menjadi dasar untuk surat keterangan Ijazah tingkat SD. Bukankah dasar membuat keterangan Ijazah SD berdasarkan akta kelahiran? Padahal akta kelahiran harus sesuai dengan nama pertama kali,” ucap Agus saat berorasi di depan kantor Polres Simalungun.

Selanjutnya, organisasi SALING meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Dr H Anton Achmad Saragih yang juga akan segera melaporkan secara resmi ke Gakumdu.

Tidak sampai disitu, massa SALING bergerak menuju ke kantor Bawaslu Kabupaten Simalungun untuk meneruskan aksi unjuk rasa.

Massa yang kurang lebih dari seratus orang itu meminta agar Bawaslu segera mengeluarkan rekomendasi kepada KPU untuk pencoretan dan penolakan bakal calon Bupati, Dr H Anton Achmad Saragih, karena diduga telah menggunakan dokumen palsu.

“Kemarin, JR Saragih menyebutkan bahwa Dr H Anton Achmad Saragih adalah abangnya sendiri (saudara kandung). Kalau kita melihat, JR Saragih adalah anak dari Rasen Ginting. Berbeda lagi dengan Dr H Anton Achmad Saragih, dia adalah anak dari Tuahman Damanik sesuai surat keterangan Ijazah. Tidak ada korelasinya sama sekali,” tutup Agus. (Tim/Red)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *