Menakar Kesiapan Pemkab Batu Bara Menuju New Normal, ATAP KOGNISI Ajak Pemuda Diskusi Bersama

 Menakar Kesiapan Pemkab Batu Bara Menuju New Normal, ATAP KOGNISI Ajak Pemuda Diskusi Bersama

Batu Bara, Garis62.com – Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Batu Bara sedang gencarnya menuju New Normal atau kenormalan baru. Akan tetapi sampai saat ini penerapan bahkan sosialisasi juga belum tersampaikan secara optimal.

Berangkat dari pemikiran itu, wadah kajian diskusi, ATAP KOGNISI, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pemuda yang diantaranya representasi dari SAPMA AMPI Batu Bara, SAPMA IPK Batu Bara dan Tokoh pemuda yaitu M Yasir Fahmi S.Pd dan Muhammad Rozi, S.sos.

Alvian Khomeini, Founder ATAP KOGNISI, sekaligus membuka Diskusi mengatakan, dalam kajian ini sengaja tidak mengundang pihak pemerintah yang berkaitan, agar ada agenda selanjutnya yang akan dibawa dari hasil diskusi nanti ke DPRD terkait, untuk di lakukan RDP terkait hal ini.

“Setelah ini, tidak cukup sampai sebatas diskusi disini saja, nanti hasil diskusi dan solusi terhadap kesiapan pemerintah terkait perosoalan New Normal akan kita bawa ke Gedung DPRD, sehingga ada manfaat jangka panjang dari kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Syahnan Afriansyah, Ketua SAPMA AMPI kabupaten Batu Bara singktanya menyampaikan, bahwa pemerintah sebelum menerapkan New Normal harus memaksimalkan dari segala sektor.

“Kesiapan pemerintah dalam menerapkan New Normal harus memaksimalkan segala sektor, baik ekonomi, tenaga kerja honorer, maupun pendidikan agar terlaksana maksimal, dan meminta pemerintah tidak bungkam dalam setiap solusi yang disampaikan oleh tokoh-tokoh muda di batubara,” tegas Sayahnan.

Muhammad Yasir Fahmi selaku tokoh muda pendidikan Kabupaten Batu Bara menilai bahwa dalam sektor pendidikan di Kabupaten Batu Bara selangkah lebih maju dalam menghadapi Pandemi ini, namun pemerintah terutama di sektor pendidikan juga harus melakukan yang menurut saya ini perlu, diantaranya:

1. Membersihkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan disinfektan, 2. Menyediakan tempat cuci tangan, 3. Menyediakan bilik disinfektan, 4. Setiap sekolah wajib memiliki alat cek suhu badan, 5. Menghadirkan tenaga kesehatan hadir di sekolah, 6. Sekolah harus membuat jadwal piket yang sedia mengawal siswanya untuk social distancing, 7. Agar membagi peserta didik menjadi dua bagian dalam satu kelas, 8. Menyusun jadwal roster belajar Pagi dan Siang, 9. Mendesak anggaran 44 Milyar untuk menaikkan gaji guru honorer di Kabupaten Batu Bara dan fasilitas sekolah.

“Saya fikir dengan anggaran yang begitu besar, dinas terkait juga harus menerapkan kepada guru, agar menyiapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan gejala sosial seperti Covid 19, dengan anggaran 44 Milyar pemerintah bisa memaksimalkan, “ungkap Yasir.

Tidak cukup sampai disitu, Ketua SAPMA IPK Kabupaten Batu Bara Firman Akbar, menyebutkan bahwa sosialisasi pemerintah dalam menghadapi new normal belum pernah sama sekali di lakukan semasa pandemi berlangsung.

“Saya kurang setuju dengan kebijakan pemerintah dalam penerapan Covid 19. Sepertinya kita harus menyelisik lagi lebih dalam kemana arah anggaran yang telah di gelontorkan ini, bukan sedikit melainkan Miliaran,” ungkapnya.

Terakhir, Muhammad Rozi, tokoh muda daerah mengatakan dalam materinya, untuk melaksanakan new normal tidak dilakukan oleh pemerintah saja, tapi juga WHO yang juga berperan penting dalam era normal di setiap negara dari rilis data yang mereka keluarkan.

“Bukan hanya pemerintah Batu Bara saja bisa menerapkan new normal saat ini, daerah lainpun yang dibilang zona merah dengan santainya berkumpul, dengan pengertian kesiapan dan kejujuran pemerintah dalam setiap kebijakan yang dilakukan pemerintahpemerintah,”katanya.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Menakar Kesiapan Pemerintah Daerah Menuju Era New Normal’ dilakukan di Cafe TST Bang Adek, Kecamatan Tanjung Tiram, Sabtu (27/6/2020) dengan tatap muka dan tetap menerapkan protokoler kesehatan, menggunakan masker, menyiapkan Hand Sanitizer, dan menyiapkan cuci tangan. (Red)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *