Polisi Buru Anggota DPRD Penganiaya, Djarot: PDIP Akan Beri Sanksi

 Polisi Buru Anggota DPRD Penganiaya, Djarot: PDIP Akan Beri Sanksi

Garis62.com, Labusel – Polisi menetapkan anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) Imam Firmadi menjadi tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penganiayaan salah satu warga bernama Muhammad Jefry Yono.

“Sudah kita tetapkan menjadi tersangka” kata Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP Murniati saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/8/2020).

Imam berurusan dengan masalah hukum setelah dilaporkan korban, Muhammad Jefry Yono. Korban menuntut keadilan setelah menjadi korban penganiayaan.

Murniati menjelaskan, sesuai proses pemeriksaan saksi, para pelaku mengikat tubuh korban. Setelah itu, pelaku menganiaya korban dengan cara dipukul menggunakan benda tumpul, ditendang dan mencabut kuku jari kaki kelingking menggunakan alat penjepit seperti tang.

“Tersangka disangkakan melanggar Pasal 353 ayat 2, yakni perbuatan mengakibatkan luka-luka berat dikenakan pidana penjara paling lama 7 tahun dan pasal 170 ayat 2 KUHP, dengan terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan mengakibatkan luka berat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan 9 tahun,” paparnya.

Polisi menyebut “Imam” sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Belum diketahui status hukum tiga orang lain yang diduga ikut menganiaya Jefry.

“Kita tunggu saja prosesnya. Yang jelas kan dia pelaku utamanya,” ucapnya.

Saat ini keberadaan Imam masih dicari polisi. Polisi sempat mencari Imam di kediamannya. Namun ada warga yang melakukan komplain hingga Imam belum bisa diamankan.

“Masih dicari, surat penangkap sudah keluar,” ujar Murniati.

“Kemarin itu mau ditangkap masyarakat di sana ada komplain, jadi belum dapat,” imbuhnya.

PDIP menegaskan tak akan memberi bantuan hukum jika Imam terbukti bersalah. Bahkan PDIP juga akan memberi sanksi organisasi terhadap anggota DPRD tersebut.

“Pada prinsipnya kita akan dorong proses hukum ke aparat penegak hukum dan partai tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan. Kalau memang dinyatakan bersalah, partai akan memberikan sanksi organisasi,” ucap Plt Ketua PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat. saat ditanya apakah berujung pada Pergantian Antar waktu, Plt.Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara itu menjawab ya.

“Kita lihat saja prosesnya, tetap kita hormati itu. Kalau memang yang bersangkutan dipidana, mungkin akan kita lakukan proses (PAW) itu. (Red)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *