Wadduuuh! Mahasiswa Dilarang Ngampus?

 Wadduuuh! Mahasiswa Dilarang Ngampus?

Kisaran, garis62.com- Viral!, selebaran yang beredar di medsos yang bertuliskan “bagi nama dan wajah tertera berikut dilarang untuk memasuki wilayah kampus STIMIK Royal Kisaran baik Kampus I maupun Kampus II tanpa izin.

Terdapat foto empat orang dengan keterangan sebagai berikut, dosen skorsing, M Irfan Fahmi(mantan staff) Ahmad Riza Fuadi(mahasiswa tidak aktif) M Syafrizal Ritonga dan mantan Ketua BEM/mahasiswa tidak aktif M Andi Suwandana.

Setelah dikonfirmasi kepada Andi swand yang namanya juga dicatut dalam selebaran tersebut membenarkan adanya selebaran yang mencatut namanya tersebut dan menjelaskan persoalan tersebut berawal dari masalah musyawarah pemilihan Ketua BEM.

“Itu betul dari kampus, awal mulanya saya kan Ketua BEM 2018-2019. Memang periode saya sudah habis, jadi akademik ini membentuk kepanitiaan penyelenggaraan Musbem (musyawarah BEM), oleh wakil 3 dan kroni-kroninya, tanpa sepengetahuan saya yang belum demisioner. Mereka berdalih mengambil kebijakan tersebut karena saya sudah demisioner, karena mereka nggak tahu mereka berkata demisioner karena habis tanggal,” ucap Andi,Selasa (10/3/2020).

Beberapa waktu lalu pengurus BEM beserta mahasiswa protes atas sikap Ketua STMIK, yang telah menyetujui pembentukan panitia MUSBEM yg dibentuk oleh Waket III Bidang Kemahasiswaan tanpa sepengetahuan Andi selalu Ketua BEM yang belum dinyatakan demisioner secara sah.

Sebelumnya Andi dan kawan-kawan mahasiswa melakukan protes dengan melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan meminta Ketua STMIK agar membatalkan kegiatan MUSBEM ilegal tersebut dan mendukung pembuatan sistem MUSBEM ulang oleh pengurus BEM agar kebebasan berdemokrasi di STMIK tidak diperkosa oleh birokrasi.

Lanjut Andi “Kami sudah melakukan tahapan kelembagaan dan mengirimkan surat permohon menindak lanjuti ke Yayasan Royal Teladan Asahan pada Jum’at (31/01) lalu, serta sudah mengirimkan surat pengaduan atas penggunaan jabatan secara kesewenang- wenangan ke Kopertise/LLDIKTI pada 10 Februari 2020 lalu.” kata M. Andi Swandana pimpinan BEM STMIK Royal Teladan Kisaran periode 2018-2019 itu pada (media).

pada tanggal 5 Maret 2020 beliau (Andi) sempat menjumpai pihak Rektorat untuk berkomunikasi atas peemasalahan tersebut, namun sangat disayangkan pihak rektorat STMIK Royal Kisaran malah melontarkan bahasa kepada ibundanya Andi bahwa ” tidak bisa kami terima lagi di kampus ini dan silahkan cari kampus lain diluar sana, karna dia bbrp waktu lalu telah mendemo Ketua STMIK (Rektor) dan mengangkat kasus ini sampai ke kopertis, ini perbuatan yg fatal”. Ujar Waket 3 yg didampingi Bapak Sumantri selaku orang hukum (katanya).

Photo diambil dari akun facebook Andi Swand

Sampai saat ini Andi masih menunggu dan berharap adanya keadilan dari pihak Yayasan Royal Teladan Asahan dalam Upaya penyelesaian masalah tersebut. Kepada media, andi menjelaskan bahwa beliau dan teman temannya belum memutuskan langkah langkah lanjutan

“Saya belum memutuskan apa tindakan saya dan kawan, selanjutnya untuk menyelesaikan persoalan ini karna saya tidak mau karena tindakan gegabah saya nantinya akan membuat kampus STMIK Royal Tercinta di tutup, karena banyak para calon sarjana yang sedang berjuang mengejar wisuda dikampus ROYAL serta banyak diantara orang tua mereka menunggu anaknya sukses diwisuda”. Tutup andi. ( YUs)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *